Nama : Khabib Nur Wahid No.
: 16 Kelas : 11 TP 1Pantun BerkaitTema : “Sepakbola” Ada tamu bernama Lala Lala cantik seperti Mumu Jika kamu penggila bola Apa nama klub favoritmu Seorang
temanku bernama Al Dia
suka pada Mumu Klub
favoritku adalah Arsenal Apa
klub Favoritmu Galau Mumu karna dimarahi ibu Pacaran tidak boleh kata ibunya Kalau kau bertanya tentang itu Inter Milan adala jawabannya Cinta
dapat membuat sakit hati Itu
juga kata ibuku Berarti
kau seorang Interisti Tapi
Gooner tetaplah jatidiriku
Sabtu, 25 Oktober 2014
Sabtu, 18 Oktober 2014
KOMUNIKASI BISNIS YANG SEDERHANA UNTUK WIRAUSAHA
A.
Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah sesuatu
hal dasar yang selalu dibutuhkan dan dilakukan oleh setiap insan manusia,
karena berkomunikasi merupakan dasar interaksi antar manusia untuk memperoleh
kesepakatan dan kesepahaman yang dibangun untuk mencapai suatu tujuan yang
maksimal diantara kedua nya. Untuk mencapai usaha dalam berkomunikasi secara
efektif, maka sebaiknya kita harus mengetahui sejumlah pemahaman dan persoalan
yang terjadi dalam proses berkomunikasi itu sendiri.
B.
Pengertian Komunikasi Bisnis
Berikut adalah beberapa
pengertian komunikasi bisnis yang diambil dari beberapa sumber :
Komunikasi bisnis adalah setiap komunikasi
yang digunakan untuk membangun partnerships, sumber daya intelektual,
untuk mempromosikan satu gagasan; suatu produk; servis; atau suatu organisasi,
dengan sasaran untuk menciptakan nilai bagi bisnis yang dijalankan. Komunikasi
Bisnis meliputi pengetahuan yang menyeluruh dari sisi internal dan eksternal
bisnis tersebut.
1.
Komunikasi
yang internal termasuk komunikasi visi (perseroan/perusahaan), strategi,
rencana-rencana, kultur/budaya perusahaan, nilai-nilai dan prinsip dasar yang
terdapat di perusahaan, motivasi karyawan, serta gagasan-gagasan, dll.
2.
Komunikasi
eksternal termasuk merek, pemasaran, iklan, hubungan pelanggan, humas,
hubungan-hubungan media, negosiasi-negosiasi bisnis, dll. Bagaimanapun
bentuknya, semua hal tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan
suatu nilai bisnis (create business value).
Komunikasi
bisnis juga merupakan proses pertukaran pesan atau informasi untuk
mencapai efektivitas dan efisiensi produk kerja di dalam struktur dan sistem
organisasi. Dalam kegiatan komunikasi bisnis, pesan hendaknya tidak hanya
sekedar informatif tetapi juga haruslah Persuasif, agar pihak lain bersedia
menerima suatu paham atau keyakinan atau melakukan suatu perbuatan atau
kegiatan.
Komunikasi
bisnis berbeda dengan komunikasi antar pribadi maupun komunikasi lintas budaya.
Komunikasi antar pribadi ( interpersonal communications )
merupakan bentuk komunikasi yang lazim dijumpai dalam kehidupan
sehari-hariantara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu.
Sedangkan komunikasi lintas budaya ( intercultural / communication )
merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan antara dua orang atau lebih, yang
masing – masing memiliki budaya yang berbeda.
C.
Unsur-Unsur Dalam Berkomunikasi
Komunikasi
meliputi 5 unsur, kemudian dikenal dengan formula 5 W + 1 H, yakni:
1.
Komunikator
= who [communicator, source, sender]
2.
Pesan
= says what [message]
3.
Media
= in which channel [channel, media]
4.
Komunikan
= to whom [communicant, communicatee, reciever, recipient]
5.
Efek [effect,
impact, influence]
Hal
yang pertama dilakukan adalah memahami bentuk dasar komunikasi. Karena
seorang komunikator yang baik harus memiliki beberapa alat komunikasi yang
menunjang dalam menyampaikan suatu pesan. Seperti bagaimana cara menempatkan
kata dalam suatu komunikasi sehingga memiliki arti dan bisa menarik minat dan
simpati dari para pendengarnya dan mengajak peserta untuk ikut aktif dalam
berkomunikasi seperti dalam kegiatan
diskusi.
D.
Teknik Komunikasi
1.
Teknik
asosiasi
Penyajian pesan komunikan dengan cara menumpangkannya pada suatu objek atau peristiwa yang menarik perhatian khalayak ramai
Penyajian pesan komunikan dengan cara menumpangkannya pada suatu objek atau peristiwa yang menarik perhatian khalayak ramai
2.
Teknik
integrasi
Yang dimaksud dengan integrasi disini adalah kemampuan komunikator untuk menyatukan diri secara komunikatif dengan komunikan
Yang dimaksud dengan integrasi disini adalah kemampuan komunikator untuk menyatukan diri secara komunikatif dengan komunikan
3.
Teknik
ganjaran
Teknik ganjaran adalah kegiatan uantuk mempengaruhi orang lain dengan cara mengimi-ngimingi
Teknik ganjaran adalah kegiatan uantuk mempengaruhi orang lain dengan cara mengimi-ngimingi
4.
Teknik
tataan
Adalah upaya menyusun pesan komunikasi sedemikian rupa sehingga didengar atau dibaca serta termotivasi untuk melakukan sebagai mana disarankan oleh pesan tersebut
Adalah upaya menyusun pesan komunikasi sedemikian rupa sehingga didengar atau dibaca serta termotivasi untuk melakukan sebagai mana disarankan oleh pesan tersebut
5.
Teknik
red – hering
Adalah seni seorang komunikator untuk meraih kemenangan dalam perdebatan dengan menggalakan argumrntasi yang lemah untuk kemudian mengalihkannya sedikit demi sedikit ke aspek yang dikuasainya guna dijadikan senjata ampuh dalam menyerang lawan
Adalah seni seorang komunikator untuk meraih kemenangan dalam perdebatan dengan menggalakan argumrntasi yang lemah untuk kemudian mengalihkannya sedikit demi sedikit ke aspek yang dikuasainya guna dijadikan senjata ampuh dalam menyerang lawan
E.
Bentuk Komunikasi
Pada
dasarnya ada dua bentuk komunikasi yang umum digunakan dalam dunia bisnis, yaitu,
komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.
a.
Komunikasi
verbal
Komunikasi
verbal (verbal communication) merupakan salah satu bentuk komunikasi
yang disampaikan kepada pihak lain melalui tulisan (written) dan lisan (oral).
Contohnya adalah membaca majalah, mambaca surat kabar, mempresentasikan makalah
dalam suatu acara seminar dan lain-lain.
Sedangkan
komunikasi verbal memilki tipe yang dibedakan menjadi dua yaitu, berdasarkan
aktif atau pasifnya peserta komunikasi dalam proses komunikasi.
Adapun
dalam berkomunikasi secara verbal, dibutuhkan pengungkapan kata-kata yang
disusun dalam suatu pola yang berarti, baik dalam bentuk tulisan maupun lisan,
seperti :
1.
Berbicara
dan Menulis
Suatu
pesan yang sangat penting dan kompleks, sebaiknya disampaikan dengan menggunakan
tulisan, seperti surat, memo dan laporan.
2.
Mendengarkan
dan Membaca
Untuk
mencapai komunikasi yang efektif, maka diperlukan komunikasi dua arah, dimana
orang-orang yang terlibat di dalamnya memerlukan ketrampilan mendengar (listening)
dan membaca (reading).
b.
Komunikasi
Nonverbal
Komunikasi
nonverbal merupakan bentuk komunikasi yang paling mendasar dalam komunikasi
bisnis. Walaupun pada umumnya komunikasi nonverbal memiliki sifat kurang
terstruktur sehingga sulit untuk dipelajari, seperti memahami dalam penggunaan bahasa isyarat, ekspresi
wajah, gerakan tubuh, sandi, simbol-simbol, warna dan intonasi suara.Dalam
penyampaiannya, komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal memilki arti yang
berbeda-beda, seperti dalam komunikasi nonverbal. pesan yang disampaikan
biasanya dilakukan secara spontan tanpa memiliki rencana dan dilakukan secara
tidak sadar dan bersifat alami
Adapun
Komunikasi Nonverbal memilki beberapa tujuan , yaitu:
-
Menyediakan dan memberikan informasi
-
Mangatur alur suatu percakapan
-
Mengekspresikan emosi
-
Memberi sifat dan melengkapi, menentang atau mengembangkan pesan-pesan verbal
-
Mengendalikan atau mempengaruhi orang lain
-
Mempermudah tugas-tugas khusus, misalnya dalam memberikan pengajaran pada saat
kuliah.
Kadang
dalam prakteknya, di dalam suatu komunikasi bisnis terjadi penggabungan antar
komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal dalam suatu situasi. Karena biasanya
kata-kata yang disampaikan dalam suatu komunikasi atau percakapan kadang hanya
membawa sebagian dari pesan.
Dan
relevansinya dalam komunikasi bisnis, tipe komunikasi nonverbal dapat
menentukan kredibilitas dan kepemimpinan seseorang, yang dapat dilihat dari
karateristik suara, penampilan, sentuhan, gerakan dan posisi tubuh juga melalui
ekspresi wajah dan mata.
F.
Empat Keterampilan Dasar
Untuk
dapat mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi secara efektif, baik secara
personal maupun professional paling tidak kita harus menguasai empat jenis
keterampilan dasar dalam berkomunikasi, yaitu :
1.
menulis,
2.
membaca,
3.
berbicara;
4.
mendengar
Persentase
penggunaan saluran komunikasi adalah sebagai berikut :
ü
Menulis
(writing): 9%
ü
Mendengarkan
(listening): 45%
ü
Membaca
(reading) : 16%
ü
Berbicara
(speaking) : 30%
Disadari
ataupun tidak, setiap hari kita melakukan, paling tidak, satu dari keempat hal
tersebut diatas dengan lingkungan kita. Seperti juga pernafasan, komunikasi
sering dianggap sebagai suatu kejadian otomatis dan terjadi begitu saja,
sehingga seringkali kita tidak memiliki kesadaran untuk melakukannya secara
efektif.
Aktivitas
komunikasi adalah aktivitas rutin serta otomatis dilakukan, sehingga kita tidak
pernah mempelajarinya secara khusus, seperti bagaimana menulis ataupun membaca
secara cepat dan efektif ataupun berbicara secara efektif serta menjadi
pendengar yang baik.
Menurut
Stephen Covey, komunikasi merupakan keterampilan yang penting dalam hidup
manusia. Unsur yang paling penting dalam berkomunikasi adalah bukan sekedar apa
yang kita tulis atau yang kita katakan, tetapi karakter kita dan bagaimana kita
menyampaikan pesan kepada penerima pesan. Penerima pesan tidak hanya sekedar
mendengar kalimat yang disampaikan tetapi juga membaca dan menilai sikap kita.
Jadi syarat utama dalam komunikasi yang efektif adalah karakter kokoh yang
dibangun dari fondasi etika serta integritas pribadi yang kuat.
Tidak
peduli seberapa berbakatnya seseorang, betapapun unggulnya sebuah tim atau
seberapapun kuatnya kasus hukum, keberhasilan tidak akan diperoleh tanpa
penguasaan keterampilan komunikasi yang efektif. Keterampilan melakukan
komunikasi yang efektif akan berperan besar dalam mendukung pencapaian tujuan
dari seluruh aktivitas. Untuk dapat melakukan komunikasi yang efektif, maka
kemampuan untuk mengirimkan pesan atau informasi yang baik, kemampuan untuk
menjadi pendengar yang baik, serta keterampilan menggunakan berbagai media atau
alat audio visual merupakan bagian yang sangat penting
G.
Hambatan Dalam Komunikasi
Faktor
hambatan yang biasanya terjadi dalam proses komunikasi, dapat dibagi dalam 3
jenis sebagai berikut:
1.
Hambatan
Teknis
Hambatan
jenis ini timbul karena lingkungan yang memberikan dampak pencegahan terhadap
kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan
fasilitas dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan
baru di bidang teknologi komunikasi dan sistim informasi, sehingga saluran
komunikasi dalam media komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien.
2.
Hambatan
Semantik
Gangguan
semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau idea secara
efektif. Definisi semantik adalah studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat
bahasa. Suatu pesan yang kurang jelas, akan tetap menjadi tidak jelas
bagaimanapun baiknya transmisi.
Untuk
menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih
kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya, serta
melihat dan mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap
kata-kata yangdigunakannya.
3.
Hambatan
Manusiawi
Hambatan
jenis ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orang
yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan.
Menurut
Cruden dan Sherman, hambatan ini mencakup :
Hambatan
yang berasal dari perbedaan individual manusia, seperti perbedaan persepsi,
umur, keadaan emosi, status, keterampilan mendengarkan, pencarian informasi,
penyaringan informasi.
Hambatan
yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi atau lingkungan sosial
dan budaya, seperti suasana dan iklim kerja serta tata nilai yang dianut .
Ditinjau
dari aspek bisnis, organisasi adalah sarana manajemen (dilihat dari aspek
kegiatannya). Korelasi antara Ilmu Komunikasi dengan Organisasi terletak pada
peninjauannya yang berfokus kepada manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai
tujuan organisasi.
Dalam
lingkup organisasi, tujuan utama komunikasi adalah memperbaiki organisasi, yang
ditafsirkan sebagai upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan
manajemen. Komunikasi organisasi terjadi setiap saat. Dan dapat didefinisikan
sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang
merupakan bagian dari suatu organisasi. Suatu organisasi terdiri dari unit-unit
komunikasi dalam hubungan hierarchies antara satu dengan lainnya dan berfungsi
dalam suatu lingkungan.
Komunikasi
bisnis adalah proses pertukaran pesan atau informasi untuk mencapai efektivitas
dan efisiensi produk kerja di dalam struktur (jenjang / level) dan sistem
organisasi yang kondusif. Dalam kegiatan komunikasi bisnis, pesan hendaknya tidak
hanya sekedar informatif, yaitu agar pihak lain mengerti dan tahu, tetapi juga
haruslah Persuasif, agar pihak lain bersedia menerima suatu paham atau
keyakinan atau melakukan suatu perbuatan atau kegiatan.
Dalam
proses komunikasi semua pesan atau informasi yang dikirim akan diterima dengan
berbagai perbedaan oleh penerima pesan/informasi, baik karena perbedaan latar
belakang, persepsi, budaya maupun hal lainnya. Untuk itu, suatu pesan atau
informasi yang disampaikan hendaknya memenuhi 7 syarat atau dikenal juga dengan
7 C, yaitu :
4.
Completeness (Lengkap)
Suatu
pesan atau informasi dapat dikatakan lengkap, bila berisi semua materi yang
diperlukan agar penerima pesan dapat memberikan tanggapan yang sesuai dengan
harapan pengirim pesan.
5.
Conciseness (Singkat)
Suatu
pesan dikatakan concise bila dapat mengutarakan gagasannya
dalam jumlah kata sekecil mungkin (singkat, padat tetapi jelas) tanpa
mengurangi makna, namun tetap menonjolkan gagasannya.
6.
Consideration (Pertimbangan)
Penyampaian
pesan, hendaknya menerapkan empati dengan mempertimbangkan dan mengutamakan
penerima pesan.
7.
Concreteness (konkrit)
Penyampaian
pesan hendaknya disampaikan dengan bahasa yang gambalang, pasti dan jelas.
8.
Clarity (Kejelasan)
Pesan
hendaknya disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan mudah
diinterpretasikan serta memilik makna yang jelas.
9.
Courtessy (Kesopanan)
Pesan
disampaikan dengan gaya bahasa dan nada yang sopan, akan memupuk hubungan baik
dalam komunikas ibisnis.
10. Correctness (ketelitian)
Pesan
hendaknya dibuat dengan teliti, dan menggunakan tata bahasa, tanda baca dan
ejaan dengan benar (formal atau resmi).
Perbedaan
latar belakang perbendaharaan bahasa, dan pernyataan emosional, juga dapat
menimbulkan munculnya kesalahpahaman antara pengirim dan penerima
pesan. Masalah-masalah tersebut antara lain :
1.
Masalah
dalam mengembangkan pesan
2.
Masalah
dalam menyampaikan pesan
3.
Masalah
dalam menafsirkan pesan
H.
Memperbaiki Komunikasi
Untuk
dapat melakukan komunikasi yang efektif diperlukan beberapa persyaratan, atara
lain : persepsi, ketetapan, kredibilitas, pengendalian, dan kecocokan /
keserasian.
Komunikasi
yang efektif dapat mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi dengan
memperhatikan tiga hal sebagai berikut:
Ø
Membuat
satu pesan secara lebih berhati-hati.
Ø
Minimalkan
gangguan dalam proses komunikasi.
Ø
Mempermudah
upaya umpan balik antara si Pengirim dan si penerima pesan
I.
Keberhasilan Komunikasi Bisnis
Keberhasilan
komunikasi di dalam suatu organisasi akan ditentukan oleh kesamaan
pemahaman antara-orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi. Kesamaan
pemahaman ini dipengaruhi oleh kejelasan pesan, cara penyampaian pesan,
perilaku komunikasi, dan situasi (tempat dan waktu) komunikasi.
Komunikasi organisasi biasanya menggunakan kombinasi cara berkomunikasi (lisan,
tertulis dan tayangan) yang memungkinkan terjadinya peyerapan informasi dengan
lebih mudah dan jelas.
Secara
empiris, pemahaman orang perihal sesuatu hal akan lebih mudah diserap dan
dipahami jika sesuatu tersebut diperlihatkan dibanding hanya
diperdengarkan atau dibacakan. Dan akan lebih baik lagi hasilnya jika sesuatu
yang dikomunikasikan tersebut, selain diperlihatkan juga sekaligus
dipraktikkan.
Hasil
studi tentang perilaku bisnis di kalangan eksekutif menunjukkan fakta bahwa
kemampuan berkomunikasi merupakan unsur pokok di antara berbagai faktor
personal yang diperlukan untuk mempromosikan menejemen organisasi atau
mengatasi konflik menejemen (Boove and Thill, 2002). Dengan kata lain,
kemampuan berkomunikasi efektif sekaligus juga merupakan salah satu ciri mutu
SDM karyawan. Istilahnya, komunikasi efektif dalam suatu organisasi dapat
diumpamakan seperti darah dalam tubuh dan kunci kesuksesan.
Keberhasilan
komunikasi bisnis juga sangat ditentukan oleh adanya efektivitas dalam
komunikasi bisnis. Efektivitas komunikasi bisnis,seperti halnya jenis
komunikasi lainnya ditentukan beberapa hal:
1.
Persepsi
Komunikator
harus dapat memprediksi apakah pesan yang disampaikan dapat diterima komunikan.
2.
Keberhasilan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Salah
satu faktor keberhasilan komunikasi bisnis dalam penggunaan teknologi informasi
dan komunikasi yaitu adanya proses integrasi informasi menyangkut ketersediaan
komunikasi data yang tepat guna. Ini mencakup beberapa faktor antara lain,
pertama, cakupan (range) produk jasa komunikasi data yang dimiliki.
Dengan adanya hirarki, jenis, dan besar kecilnya manufaktur mempunyai perbedaan
karakteristik sistem informasi yang dibutuhkan sehingga diperlukan jenis
layanan komunikasi yang berbeda pula. Kedua, Coverage. Diperlukan
provider yang dapat menyediakan layanan di lokasi manapun mengingat lokasi
manufaktur yang menyebar dan terkadang di daerah yang terpencil (rural area).
Ketiga, unjuk kerja (performansi). Performansi yang tinggi merupakan
syarat utama agar komunikasi selalu dapat dilakukan. Keempat, Biaya.
Faktor biaya menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan agar
efisiensi tetap dapat ditingkatkan.
3.
Ketepatan
Komunikan
atau audience memiliki kerangka pikir. Agar komunikasi yang dilakukan tepat
sasaran, komunikator perlu mengekspresikan hal yang ingin disampaikan sesuai
dengan kerangka pikir komunikan.
4.
Kredibilitas
Dalam
berkomunikasi komunikator perlu memiliki suatu keyakinan bahwa komunikan dapat
dipercaya. Sebaliknya dia juga harus bisa mendapatkan kepercayaan dari
komunikan.
5.
Pengendalian
Dalam
komunikasi, komunikan memberika reaksa/umpan balik/feedback terhadap pesan yang
disampaikan. Reaksi ini harus bisa diantisipasi sekaligus dikendalikan oleh
komunikator sehingga tidak melenceng dari target komunikasi yang
diharapkan.
6.
Kecocokan
Komunikator
yang baik selalu dapat menjaga hubungan persahabatan yang menyenangkan dengan
komunikan.
Pendapat
lain mengatakan bahwa agar komunikas berjalan secara efektif dan efisien maka
ada 3 hal yang sangat penting yaitu :
Mampu
membuat pesan dipahami.
Harus
memahami pesan yang diharapkan yang dikirim kepada anda.
Kendali
atas proses komunikasi harus diterapkan.
Selain
itu agar dapat melakukan komunikasi bisnis yang efektif, seorang
komunikan harus memiliki 3 kemampuan (skill), yaitu :
1.
Empati,
2.
Pembicara yang sederajat,
3.
Proyeksi atau menciptakan dampak.
Dengan
demikian apabila komunikasi bisnis berjalan secara efektif di suatu
perusahaan akan dapat menghasilkan beberapa hal sebagai berikut :
- Mempercepat Penyelesaian Masalah.
- Memperkuat Pengambilan Keputusan.
- Meningkatkan Profesionalisme.
- Memberikan Respon yang Positif
terhadap Stakeholder.
- Meningkatkan Produktivitas.
- Memperkuat hubungan Bisnis.
J.
Media Komunikasi Bisnis
1.
Telepon
Sebagai media Komunikasi Bisnis
Pada
awalnya, komunikasi dalam dunia bisnis dilakukan dengan menggunakan suatu
perangkat komunikasi yang disebut telepon, dimana dengan alat ini para pelaku
bisnis dapat menyampaikan informasi dan berkomunikasi dengan pihak lain dalam
rangka menjalankan bisnisnya.
2.
Iklan
Sebagai Media Komunikasi Dunia Usaha/Bisnis
Setiap
orang yang terjun dalam dunia usaha pasti memilih tujuan dan motivasinya
masing-masing. Setiap pengusaha minimal mempunyai tanggung jawab untuk
mempetahankan kelangsungan hidup perusahaanya dan maksimal mengembangkan
perusahaan seluas-luasnya. Untuk dapat menjual hasil produksinya secara luas
kepada masyarakat konsumen yang tidak terbatas setiap pengusaha tentu berusaha
mempengaruhi jumlah permintaan akan barang – barang hasil prosuksi
perusahaannya dengan memanfaatkan factor-faktor marketing mix yang harus
dikuasai setiap pengusaha meliputi unsur-unsur :
o
Perencanaan
produksi
o
Penentian
merk dagang
o
Penentuan
bentuk kemasan
o
Kebijaksanaan
harga
o
Penyusunan
saluran penjualan
o
Penjualan
secara Pribadi
o
Periklanan
dan promosi
Meskipun
unsure pembeda terutama iklan dengan sales promotion dan public relation adalah
bentuk komuniksainya yaitu nonpersonal sehingga iklan harus menggunakan media
namun menurut Wright terdapat beberapa unsure iklan sebagai komunikasi Unsur-
unsur dari iklan
I.
Informasi
dan persuasi
Kata-kata
seperti informasi dan persuasi nampaknya sederhana. Namun dari dua kata itukah
terdapat cirri proses komunikasi informasi , to in form maksudnya memberi
sesuatu kepada orang lain supaya merekapun tahu apa yang dimaksud oleh pemberi
tahu.
II.
Informasi
diskonto
Karena
informasi mengenai suatu produk tersebut disebar luaskan melalui media masa dan
bersifat terbuka maka sebelum dimasukan ke media harus dikontrol melalui tahap
dan cara tertentu
III.
Teridentifikasinya
informasi
Ini
dimaksudkan bahwa kesungguhan informasi itu tidak hanya karena dikontrol tetapi
juga harus jelas sapa yang mempunyai informasi itu, siapa sponsornya yang
membayar media, sponsor yang jelas inilah membedakan iklan dengan propaganda.
IV.
Media
komunikasi massa
Pembedaan
iklan dengan teknik komunikasi pemasaran yang lain adalah komunikasi yang non
personal,jadi iklan memakai media sebagaimana telah dijelaskan dengan menyewa
ruang dan waktu.
3.
Internet
sebagai media Komunikasi Bisnis
a. Pengertian Internet
Internet
dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu
menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh
dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai
yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.
b.
Manfaat
internet
Secara
umum ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang mempunyai akses
ke internet .Berikut ini sebagian dari apa yang tersedia di internet:
i. nformasi untuk kehidupan pribadi :kesehatan,
rekreasi, hobby, pengembangan pribadi, rohani, sosial.
ii. Informasi untuk kehidupan profesional/pekerja
:sains, teknologi, perdagangan, saham, komoditas, berita bisnis, asosiasi
profesi, asosiasi bisnis, berbagai forum komunikasi.
Satu
hal yang paling menarik ialah keanggotaan internet tidak mengenal batas negara,
ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor faktor lain yang biasanya dapat
menghambat pertukaran pikiran. Internet adalah suatu komunitas dunia yang
sifatnya sangat demokratis serta memiliki kode etik yang dihormati segenap
anggotanya. Manfaat internet terutama diperoleh melalui kerjasama antar pribadi
atau kelompok tanpa mengenal batas jarak dan waktu.
Untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, sudah waktunya para profesional Indonesia memanfaatkan jaringan internet dan menjadi bagian dari masyarakat informasi dunia.
Untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, sudah waktunya para profesional Indonesia memanfaatkan jaringan internet dan menjadi bagian dari masyarakat informasi dunia.
Situs
web perusahaan misalnya, menyediakan berbagai informasi. Banyak
perusahaan dewasa ini menggunakan situs web unutk mengiklankan produk, menerima
pesanan produk, meminta umpan balik pelanggan dan menerima karyawan. Mereka
juga menggunakan internet untUk berkomunikasi dengan kelompok terpilih
(pilihan).
Salah
satu penggunaan internet sebagai media komunikasi bisnis adalah dengan
penggunaan email, karena email adalah sarana internet yang bisa menyajikan
tulisan.
E-Commerce
dalam Komunikasi Bisnis[3]
Perdagangan
sebenarnya merupakan kegiatan yang dilakukan manusia sejak awal peradabannya.
Sejalan dengan perkembangan manusia, cara dan sarana yang digunakan untuk
berdagang senantiasa berubah. Bentuk perdagangan terbaru yang kian memudahkan
penggunaannya kini adalah e-commerce. Secara umum, e-commerce dapat
didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan atau perniagaan
barang dan jasa dengan menggunakan media elektronik.Di dalam e-commerce, para
pihak yang melakukan kegiatan perdagangan / perniagaan hanya berhubungan
melalui suatu jaringan publik (public network) yang dalam perkembangan terakhir
menggunakan media internet. Sistem E-commerce dapat diklasifikasikan kedalam
tiga tipe aplikasi, yaitu :
1)
Electronic Markets (EMs), yaitu sebuah sarana yang menggunakan teknologi
informasi dan komunikasi untuk melakukan atau menyajikan penawaran dalam sebuah
segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang
ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar
organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli
untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan.
2)
Elektronic Data Interchange (EDI), adalah sarana untuk mengefisienkan
pertukaran data transaksi-transaksi regular yang berulang dalam jumlah besar
antara organisasi-organisasi komersial. Secara formal, EDI didefinisikan oleh
International Data Exchabge Association (IDEA) sebagai “transfer data
terstruktur dengan format standard yang telah disepakati, yang dilakukan dari
satu sistem komputer ke sistem komputer lain dengan menggunakan media
elektronik”. EDI sangat luas penggunaaanya, biasanya digunakan oleh kelompok
retail besar, ketika melakukan transaksi bisnis dengan para supplier mereka.
EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi
komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem
komputer ke sistem komputer yang lain, tanpa memerlukan hardcopy atau faktur,
sehingga terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam
penanganan berkas dan intervensi dari manusia.
3)
Internet Commerce, adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi
dan komunikasi untuk aktivitas perdagangan. Kegiatan komersial ini, seperti
iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di
internet, antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirimkan
melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
Internet
menjadi suatu media komunikasi yang memegang peranan sangat penting dalam
perkembangan bisnis, secara garis besar terdapat tiga aktivitas bisnis utama
yang dapat dikomunikasikan lewat internet :
-
Membangun Produk.
-
Aktivitas opersional
-
Pelayanan Jasa,
Berbagai
aktivitas bisnis dapat dilakukan melalui internet, beberapa diantaranya adalah sebagai
berikut :
-
Berbagi data internal.
-
Rekruitmen calon pegawai.
-
Memperolah partner bisnis, dan pelanggan.
-
Menemukan informasi eksternal (pihak luar).
-
Pembelian material dan peralatan.
K.
Pengertian dan Tujuan Negosiasi dalam Komunikasi Bisnis
1.
Pengertian Negosiasi Bisnis
Dalam
setiap proses negosiasi, selalu ada dua belah pihak yang berlawanan atau
berbeda sudut pandangnya. Agar dapat menemukan titik temu atau kesepakatan
diantara kedua belah pihak, maka kedua belah pihak perlu bernegosiasi.
Menurut
Hartman, definsi dan pengertian negosiasi berbeda – beda tergantung dari
sudut pandang kedua belah pihak yang terlibat dalam suatu proses negosiasi.
Dalam hal ini ada dua pihak yang terlibat dalam proses negosiasi, yakni pihak
pembeli dan pihak penjual.
Menurut
Hartman menegaskan bahwa negosiasi merupakan suatu proses komunikasi
antara dua pihak, yang masing-masing mempunyai tujuan dan sudut pandang mereka
sendiri, yang berusaha mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak
mengenai masalah yang sama.
Menurut
Oliver, negosiasi adalah sebuah transaksi dimana kedua belah pihak
mempunyai hak atas hasil akhir. Hal ini memerlukan persetujuan kedua belah
pihak sehingga terjadi proses yang saling member dan menerima sesuatu untuk
mencapai suatu kesepakatan bersama.
Sementara itu menurut Casse, negosiasi adalah proses dimana paling sedikit ada dua pihak dengan persepsi, kebutuhan dan motivasi yang berbeda mencoba untuk bersepakat tentang suatu hal demi kepentingan bersama.
Sementara itu menurut Casse, negosiasi adalah proses dimana paling sedikit ada dua pihak dengan persepsi, kebutuhan dan motivasi yang berbeda mencoba untuk bersepakat tentang suatu hal demi kepentingan bersama.
Berdasarkan
ketiga pengertian diatas, negosiasi selalu melibatkan dua orang atau lebih yang
saling berinteraksi, mencari kesepakatan diantara kedua belah pihak dan mecapai
tujuan yang dikehendaki bersama kedua belah pihak yang terlibat dalam
negosiasi.
L.
Cara bernegosiasi
Inti
negosiasi adalah persiapan. Pandanglah negosiasi sebagai proses seni dan
bersikaplah teliti. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam
bernegosiasi, antara lain sebagai berikut.
1.
Buatlah target capaian dari negosiasi yang dilakukan
Tentukan
syarat minimum yang harus diperoleh, serta syarat maksimum yang akan
ditawarkan. Pikirkan dan siapkan berbagai jalan alternatif solusi yang hendak
ditawarkan, jangan hanya menyiapkan satu cara. Jika dalam negosiasi pertama itu
tidak tercapai kata sepakat, lakukan cara ke dua.
2.
Lakukan riset yang komprehensif
Pelajari
dan ketahui keinginan pihak yang diajak bernegosiasi. Pelajari juga kelemahan
dan kekuatannya. Ketahui hingga ke bagian terselubung. Dalam riset tersebut,
sebaiknya bekerja sendiri dan tidak perlu meminta bantuan orang lain. Temui
kebenarannya, dan jangan terpancing pada keterangan orang lain atau kesimpulan
sesaat saja. Dapatkan bukti, dokumentasi, dan angka yang utuh. Negosiator ulung
selalu melakukan riset untuk mengetahui karakter lawannya, yaitu latar
belakangnya, kebiasaan, hobi, kesukaan, dll. Terbukti bahwa kebanyakan kontrak
besar bisnis dimenangkan bukan di meja rapat, tapi di lapangan golf, kapal
pesiar, atau restoran.
3.
Bicarakan topik hanya sebatas masalah yang dinegosiasikan
Pisahkan
ego dan kehidupan pribadi. Jangan sampai masalah pribadi menghambat proses
negosiasi yang sedang berjalan. Perusahaan besar biasanya mempunyai tim khusus
negosiasi. Mereka menyadari arti pentingnya negosiasi, sehingga mereka
menempatkan orang-orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan penting ini. Dalam
satu tim biasanya terdiri dari beberapa orang dengan keahlian berbeda-beda.
Pemisahan tim negosiasi dari divisi lain dimaksudkan agar tidak terjadi konflik
pribadi selama proses negosiasi.
4.
Pikirkan tujuan utama negosiasi
Ingatlah
hasil akhir yang diinginkan dalam negosiasi. Negosiasi bukanlah urusan menang
atau kalah, apalagi sampai menjatuhkan lawan. Jagalah emosi, dan tetaplah berkepala
dingin. Jangan terpancing emosi, ego, atau dorongan ingin menang sendiri.
5.
Dalam bernegosiasi, tetaplah bersikap seadil mungkin
Diperlukan
berfikir keuntungan dan kebaikannya bagi semua pihak. Jangan menciptakan
hal-hal yang berkemungkinan akan menimbulkan persaingan yang tidak sehat
ataupun permusuhan.
6.
Berikan alternatif win-win solution pada lawan
Bersikaplah
fleksibel terhadap berbagai kemungkinan. Sikap fleksibel ini akan membantu
untuk keluar dari jalan buntu. Persiapkan beberapa solusi alternatif yang
diprediksi dapat menciptakan kondisi saling menguntungkan bagi semua pihak.
7.
Selesaikan proses negosiasi dengan cepat dan tidak bertele-tele
Hindari
faktor-faktor yang melelahkan pihak lawan dan juga diri kita sendiri. Proses negosiasi
tidak perlu berlama-lama. Selain itu tempat negosiasi juga harus kondusif,
mudah dijangkau, dan diusahakan tenang, sepi, dan tidak banyak gangguan dari
luar.
KESIMPULAN
Peran
komunikasi dalam suatu organisasi sangat penting. Tidak ada seorangpun dalam
keseharian tugasnya tanpa berkomunikasi. Baik itu bertema masalah
pekerjaan maupun masalah di luar pekerjaan, seperti masalah keluarga, politik,
sosial dan ekonomi nasional. Semua ini pasti dilakukan lewat komunikasi. Juga
baik itu dilakukan melalui jalur vertikal (atasan-bawahan) maupun jalur
horisontal (kolega setingkat).
Seberapa
jauh proses berkomunikasi itu berhasil dengan baik sangat ditentukan oleh
kondisi dan perilaku manajer sebagai pengirim gagasan atau pesan,
penerima pesan, media yang dipakai, teknologi informasi yanga ada, isi
pesan dan cara pesan yang disampaikan serta suasana komunikasi itu sendiri.
Keberhasilan itu akan dicerminkan oleh tidak adanya kesenjangan pemahaman
antara pengirim dan penerima pesan sehingga para manajer merasa senang dan
puas, begitu juga para karyawan.
Negosiasi
terjadi apabila dian-tara pihak-pihak yang secara terbuka bersedia mengemukakan
gagasan-gagasannya. Tidak tertutup kemung-kinan bahwa masing-masing pihak yang
melakukan negosiasi memiliki Hidden Agenda. Yang dimaksud
dengan Hidden Agenda adalah gagasan tersembunyi atau
niat terselubung yang diungkapkan secara eksplisit dalam negosiasi akan
tetapi meru-pakan hal yang sesungguhnya ingin dicapai oleh pihak yang
bersangkutan. Adanya hidden agenda pada umumnya dapat dikenali
kerana sifatnya yang menghambat proses negosiasi, sehingga proses kearah
kesepakatan sangat sulit atau bahkan hampir tidak pernah tercapai.
Bila
diduga bahwa proses negosiasi terhambat kerana adanya hiden agenda dari salah
satu maupun kedua belah pihak,lobying dapat dipilih untuk menggali
hiden agenda yang ada sehingga proses negosiasi dapat dimulai kembali dari
gagasan-gagasan yang lebih terbuka.
Langganan:
Komentar (Atom)